Penemuan Kapal Nabi Nuh, Fakta Menarik di Dalamnya

IslamTeknologi
Views: 99
  1. Beranda
  2. Islam
  3. Penemuan Kapal Nabi Nuh, Fakta Menarik di Dalamnya

Sejumlah ilmuwan dan peneliti mengklaim penemuan fosil kapal Nabi Nuh. Penemuan tersebut menyedot banyak perhatian banyak pihak. Apalagi kisah bahtera (kapal) yang sangat melegenda ini diceritakan dalam Kitab Taurat, Alkitab dan Al-Quran. Klaim penemuan fosil bahtera Nabi Nuh yang menarik perhatian banyak pihak ini datang dari Noah’s Ark Ministries International (NAMI). NAMI sendiri beranggotakan 6 orang peneliti dan ilmuwan.

Dalam konferensi pers di Hong Kong pada tanggal 25 April 2010, salah seorang anggota NAMI yang bernama Yeung Wing-Cheung menyatakan bahwa telah menemukan sisa fosil bahtera Nabi Nuh di Gunung Ararat, Provinsi Agri, timut laut Negara Turki.

Yeung Wing-Cheung menuturkan kepada medea “99,9 persen yakin bahwa struktur pada kayu ditemukan pada ketinggian 12.000 kaki (3.658 meter) dan berusia 4.800 tahun adalah bahtera Nabi Nuh.”

Dalam kitab Taurat, Alkitab dan Al-Quran juga menyebutkan bahwa Gunung Ararat adalah tempat terakhir Bahtera Nabi Nuh berhenti setelah mengarungi banjir dahsyat selam 40 hari 40 malam. Hal itu memicu banyaknya perhatian para peneliti untuk menelusiru kebenaran tentang keberadaan bahtera Nabi Nuh yang melegenda di gunung berapi yang tertutup oleh salju pada puncaknya tersebut. Temuan fosil tersebut bukan kali pertama diklaim oleh Yeung Wing-Cheung dan NAMI. Sebelumnya ada peneliti lain yang mengklaim temuan tersebut.

Klaim temuan itu terjadi 40 tahun yang lalu oleh Violet M Cummings, seorang penulis beberapa buku tentang Bahtera Nabi Nuh. Buku yang ditulis diantaranya “Bahtera Nuh: Fabel atau Fakta?” melalui buku dan film In Search of Noah’s Ark tahun 1976. Violet M Cummings mengklain bahwa Bahtera Nuh ditemukan di Gunung Ararat, negara Turki. Sementara pada Februari 1993 CBS menyiarkan tayangan primetime yang berjudul “Penemuan Luar Biasa Bahtera Nuh” siaran tersebut berdurasi dua jam.

Bulan Maret 2006 tim peneliti ada yang menemukan formasi dari batuan di Gunung Ararat yang hampir menyerupai bahtera besar, yang hampir tertutup oleh es glasial. Kemudian pada Juni 2006, tim arkeolog Bible Archaeology Search an Exploration Institute (BASE) mengklaim telah menemukan formasi batuan lain yang diyakini adalah Bahtera Nuh. Akan tetapi temuan tersebut bukan di Gunung Ararat,Turki. Klaim tersebut ditemukan di pegunungan Elburz, Iran yang memiliki ketinggian 3.962 meter (13.000 kaki).

Meskipun klaim temuan dari NAMI tersebut menarik banyak perhatian dari banyak pihak, namun hal tersebut secara ilmiah masih dianggap secara skeptis. Hal ini karena Yeung Wing-Cheung tidak mengungkapkan lokasi akurat penemuan fosil kapal Nabi Nuh.

Kayu yang disebutkan berusia 5.000 tahun juga tidak ada untuk pengujian independent. Hal ini tentu saja diragukan banyak pihak. Sebab, untuk memberikan klaim yang benar akan hal itu perlu bukti tersebut harus dipresentasikan kepada ilmuwan lain agar ditinjau oleh rekan sejawat. Apalagi secara ilmiah, hal tersebut agak sulit dipercaya bagaimana sebuah bahtera besar dapat berakhi diatas gunung setinggi 3.685 meter.

Mengutip dari kitab Al-Quran pada Surat Hud: 44 disebutkan bahwa Bahtera Nuh berhenti di gunung ataupun bukit Judi. Gunung (Bukit) Judi adalah gunung yang berada di distrik Bohtan, Turki yang berbatasan dengan negara Irak dan Suriah. Disebutkan bahwa merpati Nabi Nuh yang ditugaskan untuk melihat kondisi banjir, kembali dengan membawa ranting zaitun di mulutnya.

Ini sesuai dengan lokasi kebun zaitun yang berlokasi di barat daya gunung Judi. Berbeda dengan lereng Gunung Ararat yang tidak ada pohon zaitun ataupun pohon lainnya karena tertutup oleh salju. Sekian fakta menarik tentang penemuan kapal Nabi Nuh yang melegenda dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

Mungkin Kamu juga suka

Aplikasi Al-Quran Terbaik, Apa Aja Sih ?
Ragnarok Labyrinth NFT, Main Game Dapat Cuan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu