Kenapa di Al Quran Allah selalu menyebut dirinya dengan sebutan Kami?

BudayaIslam
Views: 88
  1. Beranda
  2. Budaya
  3. Kenapa di Al Quran Allah selalu menyebut dirinya dengan sebutan Kami?

Memahami Bahasa Yang Digunakan Dalam Al-qur’an Secara Mendalam

Bahasa Arab kuno dalam Al-quran

Memahami makna kami dalam Al-quran. Al-quran sendiri yang pada dasarnya menggunakan bahasa arab kuno atau di sebut juga dengan “fusha” atau “asli” yang umum di pakai masyarakat arab pada abad 7 sampai 9 M. Bahasa Arab salah satu bahasa yang paling sulit di dunia apa lagi dengan bahasa arab klasik. Hal ini di karenakan dalam satu kata bahasa Arab bisa memiliki banyak makna, dank arena ketidak-tahuan kita juga, penggunaan kata “kami” dalam Al-quran sering di gunakan okunum yang tidak bertanggung jawab untuk menyerang umat muslim dan mengatakan bahwa Allah lebih dari satu karena penggunaan kata “kami” yang sering di gunakan dalam penafsiran Al-quran dalam Bahasa Indonesia. Dalam Bahasa Arab dhamir ‘nahnu’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kami atau kita tapi dalam ilmu ‘nahwu’, maknanya tak Cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya,

Masalah yang timbul atas penafsiran Al-quran dalam Bahasa lain.

Bahasa Arab klasik yang memiliki keberagamaan gramarnya, yang menyebabkan permasalahan timbul saat Al-quran yang menggunakan Bahasa Arab kuno di terjemahkan dalam bahasa lain. seperti tafsir Al-quran pada bahasa Indonesia, jika benar “kami” dalam Al-quran memiliki arti lebih dari satu, lantas mengapa muslim di tanah arab sana tidak menyembah Allah lebih dari satu? Mengapa hanya Allah yang maha esa saja, tentu saja karena mereka yang memhami tata bahasa mereka sendiri, sekalipun menggunakan bahasa Arab kuno, tentunya mereka lebih memahami sejarah penggunaan bahasa Arab kuno yang di gunakan dala, Al-quran. Dalam Al-quran ada penggunaan yang jika kita pahami secara harafiah akan berbeda dengan kenyataannya.

Kata Kami yang sebutkan digunakan di Al Quran sebenarnya sebagai referensi kepada Allah bukan menyebutkan secara literal bahwa Allah itu banyak atau secara plural. Kata kami tersebut melainkan untuk menggambarkan bentuk keagungan Tuhan atau kebesaran Tuhan. Sama seperti layaknya seorang raja atau presiden, ketika sedang pidato, mereka menyebutkan kata kami untuk mereferensikan kekuasaanya.

Selain kata kami untuk menyebutkan kebesaran atau keagungan Tuhan, sebenarnya juga mereferensikan bahwa Tuhan tidak melakukannya sendirian melainkan menugaskan mahluknya misalkan malaikat. Contohnya, ketika Dia bersabda “Kami turunkan air hujan yang bersih dari langit” di surah QS al-Furqan [25]: 48. Ini sebenarnya menggambarkan Allah juga melibatkan mahluk-mahluknya, malaikat, bumi, langit dan yang lainnya.

Karena itulah penggunaan kata kami dalam Al-quran bukan untuk menunjukan tuhan yang lebih dari satu karena hakikatnya dalam agama Islam, hanya mengenal tuhan yang satu. Tuhan tidak di lahirkan dan tidak melahirkan islam yang hanya meyakini tuhan yang maha esa saja yaitu ALLAH SWT.

Mungkin Kamu juga suka

Al-Quran Mukjizat Yang Sangat Indah
Tetap Damai, Bagaimana Menyikapi Perbedaan Pendapat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu