Perbedaan Kalender Masehi, Hijriah, Jawa, dan Imlek/Cina

Budaya
Views: 146
  1. Beranda
  2. Budaya
  3. Perbedaan Kalender Masehi, Hijriah, Jawa, dan Imlek/Cina

Salah satu hasil dari kebudayaan dan agama atau kepercayaan suatu masyarakat yaitu sistem penanggalan atau kalender. Kalender sendiri merupakan alat ukur utama untuk mengetahui angka tanggal selama menjalani hidup di dunia. Berbagai budaya membuat lahirnya berbagai kalender dari masing-masing keyakinan. Simak berikut perbedaan kalender Masehi, Hijriah, Jawa, dan Imlek/Cina. 

Kalender Masehi

Kalender Masehi atau juga dapat disebut Gregorian merupakan kalender surya / solar yang didasarkan pada sistem pergantian musim. Dalam satu tahun pergantiannya mengikuti fase posisi matahari, itulah sebabnya salah satu ciri dari kalender Masehi ini adalah pada jumlah hari dalam satu bulan tidak selalu genap 30 hari, bisa 31, 28, atau juga 29 ketika kabisat jatuh pada bulan Februari.

Kalender Masehi ini dimulai dari kelahiran Isa Al Masih, sehingga dinamakan Masehi. Dalam bahasa latin diartikan sebagai AD Anno Domini atau Tahun Tuhan. Sementara itu disebut Gregorian karena dibuat pada masa Paus Gregorius XIII.

Kalender Islam/Hijriah

Kalender Islam / Hijriah / Komariah / Lunar/ Candra ditandai permulaannya dari peristiwa Hijrah kaum muslimin dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, itulah sebabnya kalender ini disebut kalender Hijriah. Satu bulan pada kalender Hijriah juga ditandai dengan jumlah 30 hari pada setiap satu bulan penuh.

Kalender Jawa

Kalender Jawa berasal dari percampuran kebudayaan Hindu, Islam, dan penjajahan bangsa Eropa. Kalender Jawa / Saka memiliki campuran hari antara Senin – Minggu, dan juga terdiri dari 5 hari pasaran / pancawara yaitu Paing, Pon, Wage, Kliwon, Legi. 

Kalender Imlek/Cina

Kalender Cina atau Suryacandra atau Lunisolar (campuran bulan dan matahari), berarti satu bulan ditandai dengan pergantian musim yang bergantung pada posisi matahari. Beberapa pendapat mengatakan, angka tahun pertama kalender Cina dimulai dari masa pemerintahan kaisar Huangdi pada tahun 2697 SM, sedangkan angka tahun kalender Imlek umumnya berselisih 2697 dengan tahun Masehi. 

Itulah perbedaan kalender Masehi, Hijriah, Jawa, dan Imlek/Cina yang dapat Anda ketahui. Konversi kalender masehi hijriyah, jawa dan Imlek/cina dapat dilakukan di website ini. Semoga bermanfaat.

Mungkin Kamu juga suka

Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Adha
5 Rekomendasi Tempat Wisata di Bandung yang Menarik dan Wajib Dikunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu